Thursday, February 02, 2006

Stop Merokok di Tempat Umum!

http://kabarbaru.com/modules/news/article.php?storyid=330

JAKARTA - Kamis siang di awal Februari 2006, lobby EX Plaza nampak semarak. Pasalnya salahsatu operator layanan selular tengah merilis satu program promosinya.

Dalam arena promosi tersebut, puluhan orang sedang menikmati makan siang yang disediakan penyelenggara. Selesai makan, sebagian orang tersebut nampak bingung. Mereka bingung bukan karena tidak ada
minuman untuk menutup makannya.

"Itu ternyata ada tempat merokok," ucap Heru Baskoro, salah satu dari mereka sambil menunjuk satu tempat di pojok lobby tersebut.

Pemerintah Daerah Jakarta, melalui Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara yang akan diberlakukan esok, Sabtu [4/12]. Salah satu perilaku yang diatur peraturan tersebut adalah merokok di tempat umum. Mulai esok, tidak diperkenankan lagi untuk merokok di kantor, pusat perbelanjaan, hingga di kendaraan umum.

Denda bagi yang melanggar aturan tersebut tak tanggung-tanggung. Denda Rp50 juta atau kurungann selama enam bulan. "Bagi pengelola gedung yang tidak menediakan tempat merokok, kita akan beri peringatan hingga kita tutup usahanya," ungkap Sutiyoso, Gubernur Jakarta selepas Apel Siaga penerapan peraturan daerah tersebut, di Balaikota, Jumat [3/2].

Tempat khusus perokok yang disediakan pengelola gedung ternyata dibuat seadanya. Di pojok Lobby Plaza EX yang ditempati Heru dan kawan-kawannya Kamis siang kemarin, berukuran dua kali satu meter. Kotak khusus perokok yang berada dekat pintu lift tersebut tak berpintu, sehingga asap rokoknya mampu menyebar ke mana-mana. "Sama saja bohong, tak berpintu jadi asapnya ke mana-mana," ucap Taufiq yang menemani Heru merokok.

Ukuran kecil, tak berpintu dengan pembersih udara kecil seadanya membuat tempat merokok itu hanya untuk memenuhi syarat saja. "Wah sudah penuh ya, aku ngerokok di sini saja ya," kata seorang wanita sambil langsung menyulut rokoknya tanpa peduli asapnya berhembusan ke mana-mana.

Kondisi tak berbeda juga terdapat di Bandara Sukarno Hatta. Kini Anda dapat menemui tempat duduk beratap yang dibalut merek salah satu rokok. Tempat duduk khusus perokok tersebut memuat tiga orang dengan penyedot udara di kiri-kanannya.

Akhir Januari lalu, ternyata penghisap asap pada salahsatu tempat khusus merokok tersebut tidak berfungsi. Akhirnya, asap rokok yang dihembuskan tiga wanita siang itu menyebar ke mana-mana. "Kok gak ngisap ya?," tanya Chika pada temannya sambil mendekatkan rokoknya pada lubang penghisap.

Di negeri yang bernama Indonesia ini banyak sekali peraturan yang dibuat, baik yang benar maupun yang bermasalah. Namun, dalam penerapannya peraturan-peraturan tersebut justru membuka peluang untuk berkolusi. Semoga peraturan baru ini tidak menambah daftar target pungutan liar dari para penegak hukumnya.[asf]

1 Comments:

At 6:04 PM, Blogger harun jonatan said...

merokok memang berbahaya dan bikin polusi yah, tapi justru bahaya polusi kota yang di sebabkan asap kendaraan yang tiap hari kita nikmati itu lebih bahaya dari pada asap rokok, antisipasi polusi kendaraan ini simple, di mulai dari diri kita sendiri ajah, kita2 yang gak merokok justru penyumbang polusi terbesar lebih dari perokok yang sumbernya dari kendaraan yang kita gunakan. sudah saat nya kita bertanggung jawab

http://www.b2w-indonesia.or.id

 

Post a Comment

<< Home